Siap setiap saat

Ingatkah kita dulu ketika masa sekolah atau saat kuliah dengan model belajar wayangan. Besok ujian malamnya kita ful belajar. Padahal seminggu bahkan sebulan sebelumnya kita santai-santai. Padahal kita juga menyadari bahwa kelak kita akan diuji oleh guru atau dosen kita. Efek model belajar wayangan hanya capek,  ngantuk, badan tidak fit dan yang dipelajari juga sudah diingat. Hasilnya nilai tetap jelek.

Seandainya dosen atau guru tidak memberi tahu waktu ujian apa jadinya? Padahal mungkin tujuan dosen atau guru baik agar kita senantiasa belajar setiap saat. Sehingga ilmu yang dipelajari betul-betul dikuasai.

Kita samakan dalam sebuah kehidupan. Kita harus siap setiap saat dipanggil yang Maha Kuasa. Demikian juga yang ditinggalkan juga harus menyadarinya. Siap meninggalkan dan siap ditinggalkan. Kita tidak pernah tau kapan kita akan dipanggil. Sehingga kita harus mempersiapkan diri setiap detik,  menit,  hari,  bulan bahkan tahun. Berkehidupan dengan baik,  memperbanyak amal kebaikan dan memperbanyak mengingat Tuhan. Sehingga kualitas hiduppun akan terjaga dengan baik.

Jadi bersiaplah setiap saat dengan berkehidupan yang baik sesuai aturan Tuhan. Jika saja kematian diberitahukan kepada kita niscaya akan sama nasibnya ketika hendak menghadapi ujian,  hasilnyapun pasti tidak akan baik saat kematian. Itu datang.

Yang kecil lalu yang besar

Bagi orang Islam, mampu menjalankan perintah Allah swt adalah sebuah keharusan demikian juga ketika mencontoh tuntunan kita Nabi Muhammad saw. Indahnya Islam berupa menjadikan Nabi Muhammad yang notabene manusia sebagai contoh perilaku terbaik manusia. Alangkah bingungnya manusia jika tidak disediakan contoh dalam menjalankan peribadatan,  penghambaan dan pengabdian.

Kehebatan dan keindahan perilaku Nabi Muhammad sudah diakui umat manusia di dunia baik yang seagama maupun beberapa yang berbeda agama. Sebuah kebangggan jika kita mampu menjalankan sunnah -sunnah beliau, karena kebaikan dan kebahagiaan bisa kita dapatkan jika mengikuti perilaku beliau dalam segala aspek kehidupan. Baik perilaku yang besar maupun perilaku yang kecil.

Namun jangan berharap bisa meniru perilaku beliau yang besar-besar seperti menjadi pemimpin suatu organisasi,  kelompok maupun daerah jika kita belum bisa menjalankan sunnahnya yang krcil-kecil. Jangan berharap bisa memimpin negara kalaumemimpin diri sendiri saja belim bisa. Bagaimana bisa memipin organisasi kalau memimpin keluatga saja tidak mampu.

Coba renungkan contoh perilaku-perilaku beliau yang kecil-kecil. Sudahkah kita makan sambil duduk,  minum fengan menggunakan tangan kanan,  masuk kamar kecil dengan kaki kiri terlebih dahulu,  berdoa ketika masuk masjif,  mengucapkan salam ketika masuk rumah,  berdoa krtika bercermin,  tersenyum ketika bertemu dengan sesama manusia,  makan sebelum lapar berhenti sebelum kenyang,  dan masih banyak lagi lainnya.

Jangan bermimpi mampu menjalankan sunnah beliau yang besar krtika yang kecil saja belum kita lakukan. Barang siapa yang tidak menjalankan sunnah maka bukanlah bagian dari umat (golongan) ku. Lalu kita umat siapa kalau tidak diakui oleh beliau?

Peduli Desa

Ingatkah kita kala masih anak-anak. Bermain petak umpet karena peohonan yang masing rindang. Duduk-duduk bermain meski disiang hari,  bercanda dan bersenda gurau bermain tanah karena tanahun masih terlihat bersih.

Coba kita bandingkan saat sekarang. Rindang pepohonan mulai langka. Tanah yang makin kotor,  pertumbuhan pemukiman yang terkendali. Anak-anak remaja yang bergaya ala artis. Miris melihatnya. Dimana letak kesalahanya? Bukankah perkembangan zaman seharusnya menambah kualitas hidup? Perubahan suatu masa atau zaman menaikan derajat hidup? Tapi yang terjadi sebaliknya.

Pengembangan yang berfokus hanya pada infrastruktur tanpa diiringi pola pikir serta kualitas pikir yang memadai membuat keadaan sebaliknya. Peemerintah pusat,  daerah sampai ke kelurahan harus memiliki visi yang sama, membangun desa diawali dengan pengembangan sumberdaya manusianya. Tanpa itu,  desa hanya akan menjadi pasar,  market dari segala perkembangan ddiperkotaan. Budaya konsumtif,  sok gaya hanya akan menjadi hasil akhir dari sebuah perubahan.

Ingat sabda Nabi hari ini harus lebih baik dari hari kemaren,  dan hari esok harus lebih baik dari hari ini. Barang siapa yang hari ini lebih buruk dari hari kemaren termasuk orang yang CELAKA. Siapa yang hari ini sama dengan hari kemaren termasuk orang RUGI.

Hadapi yuuk..?!

Ketakutan sering menghinggapi pemikiran dan hati kita. Takut menghadapi persoalan karena kita belum tau solusinya. Takut mengambil keputusan karena resiko-resiko yang muncul akan sulit kita terima bahkan takut menghadapi karena kita tidak tau apa yang akan terjadi setelahnya.

Rasa takut adalah musuh terbesar seseorang. Rasa takut yang muncul akan mengkebiri potensi kita bahkan akan memasung kita hingga kita tidak akan pernah memiliki apapun bahkan pengalaman. Takut itu manusiawi dimiliki oleh siapapun. Pelajar takut menghadapi ujian, pelayan takut menghadapi pelanggan yang tidak puas, pedagang takut daganganya tidak laku, ustadz takut ceramahnya tidak akan didengarkan dan presiden takut rakyatnya protes. Semua memiliki ketakutan.

Akankah kita kalah dengan rasa takut? Jika kita mendasarinya dengan rasa tulus, keikhlasan, pertimbangan matang, berdamai dengan resiko yang akan muncul sepatutnya ketakutan itu akan hilang. Kepercayaan kepada Allah SWT bahwa yang akan terjadi kepada diri kita adalah atas seizin-NYA seharusnya mampu menjadi penawar rasa takut yang muncul.

Rasa takut seperti anjing, kita lari dia akan kejar. Seharusnya kita berhenti dan bentak supaya dia lari dari kita. Yuuk hadapi rasa takut di diri kita dengan ketakwaan kepada Allah SWT.

Update Your Self

Melihat album foto jaman dulu terlihat bapakku masih terlihat muda dan gagah. Model bajunya pun punya ciri khusus  celana cuthbray,  baju ketat dan yang tak kalah keren dengan model rambut gondrong. Saya membayangkan zaman itu pasti gaya yang paling ngetop dan keren abis. Mungkin gaya itu juga yang bikin ibuku kepincut kali yaaa..

Tapi coba gaya itu dipake era sekarang pasti dijamin banyak yang ketawa dan aneh. Kita dianggap orang yang terjebak masa lalu. Zaman berubah segala model mulai rambut,  fashion dan gayapun ikut berubah. Banyak yang berubah, sistem pendidikan,  gaya hidup,  teknologi dan masih banyak lagi.

Yang tidak kalah pentingnya yaitu konsep dan prinsip hidup. Kita sering mendengar istilah alon-alon waton kelakon dan masih banyak lagi. Informasi dan teknologi memiliki peran yang cukup signifikan merubah hal itu. Era digital sekarang bukan yang KUAT memakan yang LEMAH lagi TAPI yang CEPAT memakan yang LAMBAT. Naah.. kecepatan informasi,  melek teknologi sangat mempengaruhi keberhasilan kita meraih peluang.

Up date your self!

Mau ngobrol, follow di twitter saya @arifyuliyanto.

Versus

Membanding-bandingkan memang menjadi kebiasaan manusia pada umumnya. Ibu-ibu ketika mengantar anaknya sekolah lalu bertemu dengan ibu-ibu yang lain yang dibicarakan tentu anak masing-masing. Ada yang menceritakan anaknya yang mendapatkan juara lomba, mulai pintar bernyanyi sampai membandingkan nilai pelajaran masing-masing. Bukan cuma itu saja, bahkan anaknyapun terkadang dibandingkan dengan saudaranya, entah itu adik atau kakaknya.

Membandingkan dengan orang lain tentu sesuatu yang tidak mengenakan. Coba seandainya diri kita dibandingkan dengan saudara kita, teman kerja kita atau dengan tetangga kita. Pasti kita tidak menyukainya. Namun kita selalu saja membandingkanya dengan orang lain. Lebih parah lagi jika kita membandingkan pasangan kita dengan pasangan orang lain, tentu menyakitkan. Membandingkan dengan orang lain tentu saja sesuatu yang tidak tepat karena masing-masing diri memiliki kelebihan dan kekurangan. Sehingga sulit akan dilakukan perbandingan.

Perbandingan yang tepat sebetulnya bukan membandingkan kita dengan orang lain tetapi membandingkan dengan diri kita sendiri atas dasar waktu. Perbandingan yang baik itu membandingkan diri kita yang kemaren dengan diri kita yang saat ini, kemudian memproyeksikan dengan hari esok. Apakah hari ini sudah lebih baik dari kemaren dan bagaimana esok harus lebih baik dari hari ini.

Perbandingan seperti itu bukan hanya berlaku bagi pribadi namun juga bisa bagi lembaga untuk menilai kinerja. Namun tidak mudah membebaskan diri dari membandingkan diri dengan orang lain. Pandangan materialistik dan bersifat keduaniawian yang memicu kita selalu membandingkan dengan orang lain. Bukan berarti tidak bisa dilakukan namun butuh pemahaman terhadap agama yang cukup sehingga perbandinganya berubah dari membandingkan dengan orang lain menjadi membandingkan dengan diri sendiri.

Gajah dipelupuk mata tidak tampak, tetapi kuman diseberang lautan nampak jelas terlihat. Melihat kelebihan dan kekurangan orang lain lebih mudah daripada menilai kelemahan dan kelebihan diri. Jangan sampai kita terjebak pada sifat iri dengki lalu menjelek-jelekan dan rasa ingin menjatuhkan orang lain.

BMT Menuju Tata Kelola Lembaga Yang Baik

BMT Menuju Tata Kelola Lembaga Yang Baik
Ditulis oleh: Hanif Cahyo AK

Seiring pertumbuhan lembag keuangan syariah baik mikro maupun makro merupakan sebuah kemajuan tersendiri. Berkaca pada kondisi lembaga sebelumnya maka di dalam perkembanganya lembaga keuangan syariah mulai diwacanakan tentang sebuah lembaga yang  mempunyai tata kelola yang baik dan professional (Good Corporate Governance). Bagi beberapa pihak Penerapan Good Corporate Governance di lembaga perbankan syari’ah menjadi sebuah keharusan. Hal ini didasarkan pada persepsi yang timbul bahwa image lembag keuangan syariah harus lebih baik. Apabila ternyata dalam tat kelola juga masih di jumai hal- hal yang tidak sesuai dengan persepsi yang timbul mak akan membuat kendala dalam operasionalnya.   

Yang membuat perbedaan anatara lembag keuangan syariah dan konvensional terletak pada penerapan prinsip  syariah dan kepatuhan pada prinsip tersebut. Sedangkan prinsip-prinsip yang lainnya seperti akuntabilitas, transparansi, kejujuran, kehati-hatian (pruden), kedisiplinan dan lainnya  merupakan prinsip yang umum atau  universal yang juga terdapat dalam lembaga konvensional.

Secara umum prinsip – prinsip dalam ajaran Islam, merupkan sebuah kewajiban yang harus dilaksankan seorang pribadi muslim dalam kehidupan sehari – hari. Prinsip keadilan, kejujuran, amanah (pemenuhan kepercayaan), transparansi atau  keterbukaan, profesional dan lainnya merupakan ajaran syariah yang harus di laksanakan. Dalam kenyataannya prinsip-prinsip tersebut diharapkan bisa menjaga pengelolaan institusi ekonomi dan keuangan syari’ah secara profesional dan menjaga interaksi ekonomi, bisnis dan sosial berjalan sesuai dengan aturan yang berlaku.

Untuk itu dalam pengelolaanya lembaga keuangan syariah perlu melakukan beberapa hal seperti, Pertama, lembaga keuangan  syariah memiliki kewajiban untuk mematuhi prinsip-prinsip syariah dalam menjalankan bisnisnya. Untuk optimalisasi penerapan maka  Dewan Pengawas Syariah (DPS) memainkan peran yang penting dalam penerapannya seperti dalam masalah akad, pemunculan produk dan lainnya.  Kedua, dalam operasionalnya lembaga keuangan syariah juga perlu menambah referensi dan pengetahuan, kemmapuan (skills) serta perilaku supaya tetap berada dalam koridor syariah. Ketiga, dalam lingkup manajemen lembag keuangan syariah perlu dan semestinya melakukan transformasi dari nilai – nilai ajaran syariah untuk menjadi  budaya perusahaan atau lembaga di mana nilai-nilai tersebut menjadi etika bisnis Islami yang akhirnya akan  menjadi karakter kuat dalam praktik bisnis perbankan syariah (Sigit Pramono, 2002)

akhirnyan, harus disadari bahwa untuk  menciptakan lembaga yang memunyai tata kelola yang baik  perlu melibatkan seluruh stakeholders lembag keuangan syariah secara menyeluruh. Dimulai dari structural tertinggi sampai seluruh jajarannya. Tetapi perlu diingat, bahwa keberhasilan tujuan tersebut yang paling menentukan adalah para pengelola lembaga keuangan  syari’ah itu sendiri. Mereka harus memiliki tekad dan komitmen yang kuat untuk mewujudkannya. Selain itu juga, keterlibatan semua pihak sangat diperlukan dalam hal ini, yaitu melalui kerja sama yang serasi dan harmonis antara ulama, pengelola lembaga keuangan syariah, nasabah, akademisi dan pemerintah untuk saling menjaga dan mengkoreksi dalam pelaksanaan di operasionalnya.

Menuju Koperasi Kelas Dunia

KESIMPULAN DAN REKOMENDASI GLOBAL 300 CONFERENCE
Sanur Beach Hotel, Bali, 12-14 Nopember 2012

Pemerintah Republik Indonesia telah menyatakan kesiapan untuk menghadapi persaingan bebas tahun 2020, dan untuk mengantisipasinya, Kementerian Koperasi dan UKM RI menegaskan bahwa tahun 2012 adalah tahun revitalisasi koperasi Indonesia dan salah satu kegiatannya adalah dilaksanakanya Global 300Conference yang diselenggarakan menggunakan konsep MICE (Meeting, Insentif, Conference dan Exhibition) dengan menggabungkan beberapa kegiatan tersebut:

1.    Bussiness Meeting

2.    Pameran aneko produk koperasi

3.    Best practise koperasi indonesia dalam upaya menggapai Global Cooperative

Bussiness meeting diselenggarakan dengan tujuan untuk mengajak seluruh peserta untuk bersinergi dalam upaya untuk mengoptimalkan seluruh potensi yang dimiliki. Upaya penciptaan sinergi diantara pelaku dilakukan dengan strategi:

Mengintegrasikan potensi bisnis yang relevan dan/atau terkait pada masing-masing koperasi dalam rangka meningkatkan skalausaha agar produktivitas kerja koperasi meningkat, bergaining power koperasi kuat dan anggota menjadi sejahtera.

Sinergi antar koperasi dapat dilakukan melalui:

1.    Perkuatan fungsi dan peran koperasi secara vertikal, dilakukan melalui revitalisasi koperasi sekunder.

2.    Pembentukan lembaga penjamin simpanan (LPS) koperasi, dalam rangka menjamin simpanan anggota pada koperasi (UU No 17 Tahun 2012)

3.    Pembentukan lembaga pembinaan dan pengawasan koperasi, dalam rangka optimalisasi kegiatan operasional KSP (UU Nomor 17 Tahun 2012)

4.    Pembentukan Bank Koperasi sebagai lembaga penyedia pembiayaan koperasi

5.    Pendirian Micro Insurance Koperasi (koperasi dibidang koperasi)

World Cooperative Monitor (WCM) setiap tahunya menetapkan daftar 300 Global Cooperative, dan target yang ditetapkan oleh Pemerintah dan Gerakan Koperasi Indonesia pada tahun 2014 koperasi indonesia harus ada yang masuk list 300 Global Cooperative versi WCM. Langkah dan upaya yang dilakukan adalah sebagai berikut:

1.    Peningkatan jumlah anggota

2.    Peningkatan akuntabilitas koperasi

3.    Peningkatan omzet koperasi

4.    Peningkatan pengelolaan CSR yang dilakukan dengan transparan

5.    Peningkatan transparansi informasi kepada publik melalui web  site

Kita menyadari dan sepakat bahwa pengembangan koperasi di Indonesia harus dilakukan dengan:

1.    Semangat untuk mensejahterakan anggota, bukan untuk menggapai keserakahan,

2.    Membangun kekuatan sinergitas koperasi Indonesia yang didukung dengan upaya konkrit dari berbagai pihak, pemerintah, gerakan koperasi dan masyarakat.

Revitalisasi Koperasi Indonesia perlu dilakukan dengan memperhatikan fenomena yang saat ini terjadi diantaranya adalah:

1.    Pemberlakuan UU nomor 17 tahun 2012 , untuk implementasinya diperlukan pemerintah pemerintah dan peraturan menteri, oleh karena itu perlu segera dibuat PP dan Permen sebagai implementasi dari UU tersebut.

2.    Peraturan mengenai prosedur dan tahapan membentuk KSP dari USP koperasi dan implikasinya bagi koperasi induknya.

3.    Koperasi sebagai badan usaha, oleh karena itu koperasi adalah sub jek pajak dan harus tunduk pada undang-undang yang berlaku, termasuk undang-undang perpajakan.

4.    Pembentukan tim advokasi perpajakan untuk pemberdayaan dan pengembangan usaha koperasi.

Rekomendasi/tindak lanjut:

Strategy building koperasi Indonesia, pembentukan kelompok kerja yang dipimpin oleh Bapak. Dr. Muhammad Taufik selaku Staff Ahli kementerian koperasi dan UKM Indonesia.

Sensasi Pagi

Apa yang kau minum pagi hari akan menentukan harimu. Begitu banyak orang bilang. Hal ini menunjukan bahwa mood atau gairah memang berkaitan dari waktu ke waktu. Minuman merupakan gambaran dari apa yang kita lakukan di pagi hari. Bukan semata dalam artian sebenarnya meskipun bisa juga minuman yang kita konsumsi punya pengaruh terhadap kelanjutan aktivitas sehari penuh.

Bagi pecandu kopi tentu kurang semangat melalui hari jika pagi hari belum minum secangkir kopi, demikian juga bagi penggemar teh dan minuman lainnya.

Namun sisilain dari gambaran minuman tadi yang paling pokok adalah perasaan pagi hari. Perasaan yang tidak nyaman ketika bangun pagi, suasana rumah, kondisi psikis tentu akan sangat berpengaruh kelanjutan aktivitas seharian. Ini dialami bukan hanya bagi orang dewasa, juga bagi anak-anak. Lihat anak-anak kita ketika bagun pagi, mandi, sarapan dilalui dengan suasana gembira maka aktivitas disekilahpun akan baik, mudah menerima pelajaran.

Sensasi yang bisa kita rasakan luar biasa adalah ketika kita mengawali bangun pagi dengan sholat malam dan sholat subuh berjamaah di masjid. Rasakan nikmatnya udara pagi hari ketika melangkahkan kaki ke masjid, memandangi jalan yang kita lalui dengan diiringi tasbih dan istighfar. Kedekatan kepada Sang Pemilik jiwa, akan memberikan sentuhan dan semangat yang luar biasa, semangat positif yang akan memberikan sentuhan jiwa dan raga. Semangat hidup yang bersumber pada ke-Maha-an.

Rasakan sensai pagi itu…

Satu Menit untuk Selamanya

image

Suatu hari saat hari yang dijanjikan datang,  seluruh mahluk dibangkitkan. Semua bangkit dalam keadaan tak mengenakan apapun meski hanya sehelai benang. Tidak ada perbedaan usia karena semua disamakan meski ketika memenuhi panggilanya pada usia yang berbeda-beda. Sampai-sampai puteri Rasul Fatimah bertanya,  apakah diantar mereka tidak saling melihat satu sama lain,  padahal dalam keadaan telanjang?. Rasulpun menjawab,  saat itu suasana begitu mencekam dan tidak sempat melihat satu sama lain.

Setiap orang bahkan tidak ingat lagi berapa lama ia pernah hidup di dunia. Ada yang mengatakan hanya satu menit hidup di dunia,  yang lain mengatakan hanya beberapa detik saja ia merasakan hidup di dunia. Gambaran perbandingan hidup di dunia dan di akhirat itu satu hari di akhirat sama dengan 50.000 tahun di dunia. Seandainya kita hidup sampai usia 70 tahun berarti menurut hitungan waktu di akhirat kita hanya hidup selama 2,1 menit atau dua menit satu detik saja hidup di dunia. Sangat sebentr. Tapi hisup yang hanya dua menit satu detik akan menentukan nasib kita selamanya. Apakah selamanya di surga atau neraka,  apakah bahagia atau sengsara selamanya.

Pada saat itu seluruh manusia dikumpulkan dan dilakukanlah testimoni agar bisa tergambarkan bagaimana keadaan di dunia selama meteka hidup. Dipanggillah otang yang pernah mrrasakan hidup bahagia di dunia,  banyak hartanya,  tinggi jabatanya dan dihormati orang lain. “Wahai si fulan, apakah engkau orang yang paling bahagia di dunia? Apakah engkau orang yang tidak pernah merasakan sengsara di dunia?” Allah bertanya kepadanya. Jawab si fulan: benar ya Allah,  saya hidup di dunia sangat bahagia. Lalu Allah mengangkat si fulan lalu di masukan ke dalam neraka hanya satu detik saja. Allah kemudian menanyakan kembali: “Hai si fulan,  apakah engkau pernah merasakan kebahagiaan di dunia?. Si dulan dengan gemetar menjawab: “Tidak Ya Allah,  saya tidak pernah merasakan kebahagiaan apapun di dunia,  saya tidak pernah mengingat dan merasakannya”.

Testimoni selanjutnya kepada orang yang paling miskin,  paling mwnderita ketika hidup di dunia. Allah bertanya: Wahai ai fulan,  apakah engkau orang yang paling menderita di dunia, paling sengsara,  paling miskin dan paling susah?. Benar ya Allah,  jawab si fulan. Lalu Allah angkat ai gulan kemudian memasukannya kedalam surga hanya satu detik saja. Di tanya lagi oleh Allah,  “Apakah engkau pernah merasakan hidup sengsara,  menderita di dunia?. Si fulanpun menjawab,  “Tidak pernah ya Allah,  saya tidak pernah merasakanya waktu di dunia”.

Sungguh jauh perbandingan kehidupan di dunia dan di akhirat. Lalu kenapa kita masih menyia-nyiakan hidup yang hanya satu dua menit bahkan beberapa detik saja hanya untuk berkeluh kesah,  marah-marah dan tidak memperbanyak amal shaleh. Satu menit menentukan nasib kita selamanya.

Disarikan dari ceramah Ust. Dwi Condro
Ahad,  20 Januari 2013